Hakikat Ramadhan

Bagi sebagian orang, umur adalah bilangan waktu yang terus berulang, hari berganti hari, bulan berganti bulan dan akhirnya tahun berganti tahun. Sehingga sudah pasti untuk mereka yang memahami umur seperti itu, umur dimaknai sebagai pesta ulang tahun. Tiup lilin, potong kue atau tumpeng dan nyayian lagu selamat ulang tahun. Tetapi bagi sebagian yang lain, umur adalah bilangan ibadah dan amal sholeh, dan ramadhan mengajarkan kita untuk terus menerus mengulang-ulang ibadah dan amal sholeh. Dari tanggal 1 ramadhan kita berpuasa, dan puasa adalah wujud dari ibadah, begitu juga tanggal 2 dan 3 ramadhan hingga sampai akhir ramadhan. Tidak ada dari kita yang merasa bosan untuk mengulang-ulang puasa, sama persis seperti ketika kita melaksanakan tarawih seperti malam kemaren, dan insya Allah malam-malam selanjutnya. Begitulah ramadhan melatih kita untuk mengulang-ulang sholat, dzikir, shodaqoh, dan amal2 kebaikan lainnya.

Lantas, apakah orang yang memahami umur sebagai bilangan ibadah dan amal sholeh tidak peduli dengan hari kelahirannya. Jawabannya belum tentu. Bagi orang yang memahami umur sebagai bilangan ibadah dan amal sholeh, hari kelahirannya adalah momen untuk mendekatkan diri kepada Penciptanya.

Seorang hikmah pernah berkata : ‘apabila kita melakukan perbuatan istimewa pada saat yang istimewa, maka niscaya Allah akan mengistimewakan kita’. Diistimewakan oleh orang tua saja kita sudah merasa sangat senang, begitu pula ketika diistimewakan dosen, apalagi diistimewakan oleh yang menciptakan jagat raya ini, sungguh luar biasa…

Ramadhan adalah saat yang istimewa. Salah satu perbuatan istimewa yang bisa kita lakukan di bulan ramadhan adalah dengan melakukan perbuatan yang sangat tidak disukai nafsu, contohnya ketika kita bertemu dengan orang yang membuat kita kesal, maka perbuatan istimewa itu ialah membalasnya dengan senyuman dan kebaikan. Lalu apalagi perbuatan istimewa yang bisa kita lakukan, untuk yang punya pacar, sebisa mungkin selama bulan ramadhan untuk tidak bertemu dengan sang pacar. Nelpon, sms, bertemu bahkan membayangkan pun tidak, dan setelah selesai ramadhan pun tidak, amin… nah loh. Bagi para muslimah, apa perbuatan istimewa yang bisa dilakukan di bulan ramadhan ini, salah satu adalah dengan berbusana muslimah, yaitu berbusana yang menutup sekujur tubuh, longgar, dan tidak tembus pandang. Dan setelah selesai ramadhan pun tetap masih memakai busana muslimah. Karena apalah artinya kita menang di bulan ramadhan tetapi di bulan2 yang lain kita malah menyerahkan diri kita kepada musuh, yaitu nafsu dan setan.

Mudah-mudahan Allah Swt senantiasa memberikan kekuatan kepada kita semua, mengaruniakan kepada kita pertolongan dan kemudahan untuk patuh tunduk perintah-Nya. Salah dan khilaf adalah milik makhluk dan kesempurnaan hanya milik Rabb yang menggenggam kuasa mutlak atas semesta ini. Wallahu a’lam…

1 Response to “Hakikat Ramadhan”


  1. 1 ibrahimnoviq September 2, 2008 at 11:38 am

    semoga banjarbaru yang kita idamkan bisa menjadi kota yang terdepan dan lebih maju dari kota-kota lainnya di kalimantan selatan..khusus buat asrama mahasiswa banjarbaru yang ada di jogja lebih di perhatikan lagi oleh pemerintah kota banjarbaru… jaya selalu banjarbaru..


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s





%d bloggers like this: