Haul Ke 20 Guru Almukarram KH. Muhammad Syarwani Abdan Bangil

ALM. KH. Muhammad Syarwani Abdan (Guru Bangil)

Kecintaan warga Banjar terhadap ulama kharismatik Banua Almukarram KH. Muhammad Syarwani Abdan atau yang lebih akrab disapa dengan Guru Bangil memang sangat luar biasa. Hal ini dibuktikan dengan hadirnya puluhan ribu jemaah yang memadati komplek Pondok Pesantren Datu Kalampayan di Jln. Mujair Kampung Kauman Kecamatan Bangil Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. Saat mengikuti Peringatan Haul (hari wafat) ke 20 ulama kelahiran Martapura tersebut.

Ribuan kaum Muslimin dari berbagai daerah yang ada di wilayah Indonesia khususnya warga masyarakat dari Provinsi Kalimantan Selatan dan Kabupaten Banjar termasuk dari Malaysia dan Hadral Maut Yaman nampak memadati komplek pengajian Pondok Pesantren Datu Kelampayan, kehadiran mereka adalah untuk mengikuti acara peringatan Haul ke 20 tokoh agama Kota Martapura Almarhum Al- Alimul Allamah KH. Syarwani Abdan atau juga dikenal dengan nama Guru Bangil yang dilaksanakan pada, Minggu (15/2) di komplek pengajian tersebut.
Selain para Habaib dan ulama serta tokoh agama dan masyarakat dari berbagai daerah dan luar negeri. Pada acara Haulan tersebut juga juga dihadiri oleh beberapa pejabat penting di daerah Seperti Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Selatan, Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Banjar, Bupati Pasuruan, serta Bupati Tapin.

Dalam Manaqib yang dibacakan oleh salah satu keturunan KH. Syarwani Abdan menyebutkan, pada usia muda, setelah menuntut ilmu di Pondok Pesantren Darussalam Martapura KH. Syarwani Abdan bermukim di Bangil untuk menuntut ilmu agama kepada ulama-ulama yang berada di wilayah tersebu, diantaranya KH. Muhdar Gondang Bangil, KH. Bajuri Bangil, KH. Ahmad Jufri pasuruan serta KH. Abu Hasan Wetan Alun Bangil.

Pada usia 16 tahun, KH. Muhammad Syarwani Abdan berangkat ke Tanah Suci Mekkah guna meneruskan menuntut ilmu bersama saudara sepupunya yang bernama Al-Alimul Allamah KH.Sya’rani Arif dengan bimbingan dan pengawasan penuh dari paman beliau Al-Alimul Allamah KH.Muhammad Kasyful Anwar.

Selama menuntut ilmu di Kota Mekkah KH. Syarwani Abdan belajar dengan berbagai para ulama yang ada di kota tersebut seperti Sekh Sayyid Muhammad Amin Al-Kutbi, Sekh Sayyid Ali- Almaliki, Sekh Umar Hamdan, Sekh Muhammad Alwi, Sekh Hasan Masy’syat, Sekh Abdullah Al-Bukhari Sekh Saifullah Ad-Dakistani, Sekh Syafii Kedah, Sekh Sulaiman Ambon serta Sekh Ahyat Bogor.

Dengan Berkat Taufik dan Hidayah dari Allah SWT melalui kecerdasan dan kepintaran yang dimilikinya, hanya dalam beberapa tahun menuntut ilmu di kota Mekkah KH. Syarwani Abdan dan KH. Sya’rani Arif dikenal oleh para teman seangkatan serta para guru-gurunya sebagai santri yang cerdas dan pandai serta tawadu dalam menuntut ilmu serta taat terhadap guru-gurunya, dengan alasan tersebut kedua orang tersebut yakni KH. Syarwani Abdan dan KH. Sya’rani Arif dikenal dengan sebutan Dua Mutiara dari Banjar.

Setelah 10 tahun menuntut ilmu di Kota Mekkah KH. Syarwani Abdan dan KH. Sya’rani Arif pulang ke Indoensia. Saat berada di Tanah Air, KH. Syarwani Abdan menggelar pengajian majlis ta’lim di rumah dan mengajar di pondok pesantren Darussalam Martapura, sedangkan di Bangil ia juga menggelar pengajian untuk kalangan umum dan khusus juga untuk para kalangan alim ulama di kota Bangil.

Dan pada tahun 1970 KH. Syarwani Abdan mendirikan sebuah pondok pesantren di wilayah Bangil yang diberi nama Pondok Pesantren Datu Kelampayan, KH. Syarwani Abdan wafat pada tanggal 11 September 1989 sekitar pukul 19.00 WIB dalam usia 76 tahun dan beliau dimakamkan di Bangil.

Sementara itu, selain mengikuti kegiatan Haul KH. Syarwani Abdan yang ke 20, para jamaah dari kabupaten Banjar yang dimpim oleh Wakil Bupati Banjar KH. Muhammad Hatim juga menyempatkan diri utuk berkunjung ke beberapa Habaib dan Tokoh Ulama yang ada di daerah Jawa Timur. Selain itu para rombongan tersebut juga melakukan ziarah ke maqam beberapa Sunan yang ada di wilayah Jawa Timur seperti maqam Sunan Giri dan Sunan Ampel.

Sumber :
*al ikhlas.wordpress.com
*Humas Pekab Banjar
*edit by famhi faqih

15 Responses to “Haul Ke 20 Guru Almukarram KH. Muhammad Syarwani Abdan Bangil”


  1. 1 helmi February 19, 2009 at 5:40 am

    alhamdulillah ada jua nang mempublish nya

    salute!!!

  2. 2 opie February 24, 2009 at 5:44 am

    ya sip2…..ipmaba.wordpress.com
    mg mnDpat hikmah’y ja sagan kita brataan org banua,,,,,,,,,
    amien…..
    tolong pencerahan’y paman lah biar blog up 2 date trs…(^_^)

  3. 3 opie February 24, 2009 at 5:47 am

    kami sMalam tulakan pas bHaulan dBangil,,,,(^_^)
    pian tulak lah mang…..

  4. 4 Fahmi Faqih February 24, 2009 at 1:50 pm

    Sedikit koreksi, semoga berkenan.

    Bangil bukanlah kelurahan, melainkan kecamatan. Dan Kauman, adalah nama kampung yang memang umum di masyarakat muslim di manapun di Nusantara ini, dinamakan Kauman – tak terkecuali Kauman Bangil.
    Adapun jalan di mana Pondok Pesantren Datuk Kalampayan tersebut, berada di Jalan Mujair.

    Salam,
    Fahmi Faqih

    • 5 ipmaba February 24, 2009 at 2:54 pm

      _to opie :
      amiiin amiiin … mdh2an kt brataan dpt hidayahNya.
      hndk bnr kmi tulakan jk kw dtuju basapida mutur matan Yogya, tp asa kajajauhan dangsanak’ai… he
      _to fahni :
      alhamdulillah diberi koreksi, trimaksih byk ats msukannya oM (,”)
      mdh2an kt slalu dberi kemudahan.. amiiin,

  5. 6 ilham March 2, 2009 at 9:21 am

    kepada
    Pengasuh Yth
    Assalamu’alaikum Wr Wb
    Mohon saya di berikan foto guru besar datuk kalampayan, di kirimkan ke email saya
    Wassalam

    terima kasih

  6. 7 Fahmi Faqih March 18, 2009 at 6:15 am

    Sekadar tambahan. Kalau bisa dalam penulisan huruf juga lebih teliti, seperti mana kota misalnya, haruslah dengan besar. Juga nama-nama tempat. Agar historioritas (kesejararah secara faktual) benar-benar tercatat dengan baik. Contoh kecil misalnya tempat bernama Wetan Alun, tapi ditulis Wetan Angun. Wetan (artinya timur dalam bahasa jawa) Alun (maksudnya alun-alun atau ruang terbuka seperti lapangan). Tempat yang dimaksud penulis karena memang Kyai Abu Hasan tinggal di sebelah timur alun-alun. Terima kasih, dan mohon maaf sebelumnya.

    Fahmi Faqih

  7. 8 Fahmi Faqih March 18, 2009 at 6:16 am

    maksud saya; kesejarahan/secara faktual

    • 9 ipmaba March 18, 2009 at 7:22 pm

      _To Fahmi Faqih :
      Alhamdulillah …. skali lg trimaksih byk atas koreksinya bang, n mdh2an pian kd jara mngoreksi k’khilafan uln (,”).
      Nama kota n tmpt mnrt hemat kmi sdh ckup sesuai eyd, sdgkn soal “wetan alun” adlh ksalahan pengetikan yg insyaallah (slm org ky pian msh berkenen mNgoreksi) tdk akn mengubah nilai historisitas dr inti n mksd p’nulisan…
      akhir kt,kyp kbr kwn2 dgudang community bang ? he3,
      Slm budaya gsn pian n kwn2 !!!
      wassalam …

  8. 10 Rachman August 31, 2009 at 2:50 am

    Alhmdllh ‘ana sudh prnh ziarh k’Bangil.Mudhn Allah mmbrikn umur yG pnjng serta d’tmbhkn rzki supya kw ziarah pulng skluarg’an.Amiíin

  9. 13 abi January 14, 2010 at 9:04 am

    acara haul sidin yg ke 21 kapan jatuhnya ya…tks


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s





%d bloggers like this: